Oleh: Santra lowrider | April 3, 2010

Suicidal sinatra

Terbentuk di Bali pada tahun
1996 awalnya dengan
mengusung nama S.O.S. (Soul Of
Speed) yang jika dilihat dari
namanya tegas menyiratkan
genre musik yang diminati yaitu
Heavy Metal utamanya Helloween.
Pada fajar 2001 S.O.S. pelan-pelan
bergeser dari genre Heavy Metal
menuju Rockabilly a la Living End
serta diramu dengan Psychobilly
tipikal Tiger Army & Reverend
Horton Heat (campur sari ini
mereka istilahkan sebagai
“Rockabilly Nu Skool”). Sampai
kemudian 14 Februari 2004 S.O.S.
merilis album indie pertama
bertajuk “Valentine Ungu”. Album
yang berisikan 8 lagu ini seakan
mendeklarasikan S.O.S. telah resmi
pindah jalur ke Rockabilly Nu
Skool.
Album Valentine Ungu sendiri
mendapat respon positif dari
pasar, dimana 700 keping segera
saja ludes habis terjual. Beberapa
media massa nasional memberi
komentar cukup baik terhadap
Valentine Ungu. Sementara
komunitas Indie di Jakarta
sempat pula mencicipi
dahsyatnya performa mereka saat
mengguncang GOR Jakarta Utara
dan hajatan kampus Universitas
Sahid pada pertengahan 2004
silam.
Untuk melengkapi perubahan
identitas musikal dari Heavy Metal
ke Rockabilly Nu Skool maka pada
16 Agustus 2004 S.O.S. formal
berubah wujud menjadi SUICIDAL
SINATRA (terjemahan bebasnya :
Frank Sinatra dalam versi yang
lebih garang/nekat ). Sinatra—
dengan personil terakhir Opix
Sinatra (biduan, gitar
pendamping), Leo Sinatra (gitar
utama), Kappe Sinatra (bass
betot), Ajie Sinatra (drum)—di
saat hampir bersamaan pada
akhir 2004, menyabet gelar
prestisius sebagai kelompok
musik terbaik di ajang Indie
bergengsi “Skool Of Rock” sesi ke
II yang diselenggarakan oleh
Hard Rock Café, Bali.
Tepat setahun setelah dirilisnya
Valentine Ungu, pada Februari
2005 Sinatra menerbitkan mini
album ”Love Songs & Stinkin’
Cheese” dengan 5 tembang cadas
bertempo sedang: “White Shoes”,
“No Money No Honey”, “Can’t Be
Ur Man”, “Going Old With You”,
serta “Kentang”.
Eksistensi “Love Songs & Stinkin’
Cheese” ternyata sanggup
menculik perhatian jajaran media
nasional berpengaruh mulai dari
Hai, Trax, Ripple, hingga Rolling
Stone. Malah Rolling Stone secara
tegas memberi Sinatra gelar
terhormat dengan menempatkan
Sinatra sebagai “Artists to Watch”
di salah satu edisinya. Ekspose
yang demikian gencar akhirnya
menggugah para event organizer
untuk mengundang Sinatra
tampil dalam konser-konser
bergengsi. Yang patut dicatat di
antaranya adalah kehadiran
mereka sebagai band panggung
utama di Soundrenaline Bali pada
Agustus 2005. Sementara single
“White Shoes” penetrasinya
cukup jauh hingga mencapai
Jepang. Single tersebut disertakan
dalam album kompilasi
“Tropicalize II” disatukan dengan
artis-artis besar macam
Pennywise & Jack Johnson. Dan
videoklip “White Shoes” juga
menorehkan jejak prestasi
fenomenal dengan meraih juara
pertama dan bertahan hingga
beberapa minggu di chart
videoklip indie Global TV.
Pada 2007 Sinatra akhirnya
merilis album–yang frontal
mengekspresikan pilihan genre
mutakhir mereka—bertajuk
“Boogie Woogie Psychobilly”.
Benar, Sinatra telah
mengukuhkan dirinya sebagai
band pioneer Psychobilly di
Indonesia.
Boogie-Woogie-Psychobilly…
Drink whiskey and cheap
Martini…
——————————————
——— -
ARTIST DETAILS
Nama: SUICIDAL SINATRA
Tanggal/Tahun Berdiri : 16
Agustus 2004
Genre: Psychobilly/Rockabilly Nu
Skool
Personnel:
1. Leo Sinatra (gitar & vokal)
2. Kappe Sinatra (stand up bass,
vokal latar)
3. Ajie Sinatra (drum)
CONTACT
Manager/Contact Person: Ajie
Sinatra
Ponsel.: 0818355214
E-mail: suicidal_sinatra@
yahoo.com
Website/Myspace/Friendster:
www.myspace.com/
suicidalsinatra
Address: Sanur, Bali – Indonesia
DISKOGRAFI
1. Valentine Ungu
Rilis: 2004
2. Love Songs & Stinkin’ Cheese
(EP)
Label: Electro Hell Records
Rilis: 2005
3. Boogie Woogie Psychobilly
Label: Electro Hell Records
Rilis: 2007
4. Tropicalize vol. II (kompilasi)
Lagu: White Shoes
Label: (label dari Jepang)
Rilis: 2006
5. Moshpit Mavericks (kompilasi)
Lagu: Iblis Surga
Label: The Blado Beatsmith
Rilis: 2007
ADDITIONAL INFOS
Influenced by: The Living End,
Tiger Army, Mad Sin, Reverend
Horton Heat, The Clash, Johnny
Cash, Frank Sinatra
Gigs Terbaik:
1. Panggung Utama
Soundrenaline, Denpasar, 2007
2. Tour bersama 7Crowns, Bali-
Malang-Surabaya-Gresik-Yogya,
2006
3. Panggung Utama
Soundrenaline, Denpasar, 2005
4. Thursday Riot at Parc, Jakarta,
2005


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.